MANFAAT SERAT MAKANAN UNTUK KESEHATAN

MANFAAT SERAT DALAM MAKANAN UNTUK KESEHATAN

Manfaat serat yang terkandung dalam makanan untuk kesehatan sudah bukan hal yang baru buat kita. Malah sudah banyak yang tahu juga bahwa serat dalam makanan tidak hanya membantu memperlancar BAB (Buang Air Besar) tapi juga bermanfaat untuk mencegah sakit jantung koroner, stroke dan kanker usus besar. Meskipun demikian, masih banyak orang yang tidak mau makan atau memilih makanan yang banyak mengandung serat. Mungkin karena rasa makanan yang berserat ini tidak begitu gurih atau mungkin juga mereka belum begitu paham manfaat dari makanan yang memiliki banyak serat.

Sebenarnya mencari makanan yang mengandung serat tidaklah sulit. Serat makanan  juga disebut NSP atau Non-Starch Polysacharide banyak terkandung dalam sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan serelia atau biji-bijian seperti gandum, jagung, beras, beras merah dan lain-lain. Jenis makanan seperti itu sangat mudah diperoleh di negara tercinta kita ini.

Buah-buahan yang banyak mengandung serat/NSP adalah jeruk, sirsak, jambu kluthuk, apel dan pepaya. Rata-rata kandungan seratnya antara 2-5 gram per 100 gram buah. Adapun sayuran yang banyak kandungan seratnya yaitu kacang buncis, kacang panjang, brokoli, kol, wortel, tomat, taoge, mentimun dan kangkung. Kandungan seratnya rata-rata antara 4-10 gram per 100 gram sayuran. Jagung per 100 gram mengandung serat 3 gram. Adapun bubur gandum setengah cangkir sedikitnya mengandung serat 6 gram. Selain itu, ada juga makanan olahan yang banyak mengandung serat seperti agar-agar, nata de coco dan sari kelapa.

Salah satu sifat serat yang bermanfaat buat kesehatan kita adalah sifat zatnya yang tidak bisa hancur oleh sistem pencernaan manusia. Beda dengan sistem pencernaan hewan mamalia seperti kerbau, sapi, kambing dan masih banyak yang lainnya yang bisa menghancurkan serat. Karena tidak bisa hancur dalam pencernakan manusia, khususnya di usus besar serat tersebut akan berkumpul jadi gundukan seperti bola atau jika di dunia kedokteran disebut “bulk”. Bulk ini memiliki daya dorong sisa makanan yang ada di dalam usus besar yang selanjutnya dibuang melalui anus. Bulk menyebabkan adanya gerakan peristaltik lambung menjadi lebih aktif. Gerak peristaltik lambung adalah gerak otomatis lambung yang berfungsi untuk meremas dan mendorong makanan yang ada dalam usus besar sehingga makanan menjadi hancur dan terdorong turun. Nah, gerak peristaltik ini yang menyebabkan BAB kita lancar.

Kelancaran BAB menjadikan kotoran tidak berhenti di dalam usus besar. Kotoran yang berhenti dalam usus besar berbahaya buat tubuh kita karena kotoran tersebut bisa memroduksi racun. Racun tersebut yang merangsang tumbuhnya kanker usus besar atau kanker colon. Jika BAB kita lancar, tidak akan ada racun yang bersarang dalam usus besar kita. Inilah salah satu manfaat serat dalam makanan yang kita konsumsi.

Selain itu, serat dalam makanan juga memiliki sifat mengikat lemak atau kolesterol yang terkandung dalam darah. Kolesterol yang sudah terikat oleh serat tadi ikut larut terbuang dalam BAB. Ini yang dapat mencegah sakit jantung koroner. Seperti telah kita ketahui sakit jantung koroner disebabkan karena tersumbatnya aliran darah dalam pembuluh darah dikarenakan terhambat oleh kolesterol. Sehingga nutrisi tidak sampai ke jantung. Kolesterol yang menempel di dinding pembuluh darah sering disebut plak (plaque). Saking banyaknya plak akhirnya pembuluh darah menjadi buntu, kondisi ini sering disebut arteriosclerosis.

Jadi berapa banyak serat makanan yang kita butuhkan setiap harinya? Info dari asosiasi dokter jantung Amerika Serikat dianjurkan kita konsumsi serat 25-30 gram. Misalnya kita makan jagung bukan berarti kita harus makan jagung 30/3 dikalikan 100 gram atau 1 kg. Karena yang kita konsumsi tidak hanya melulu jagung melainkan juga sayuran dan buah-buahan. Rekomendasi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, Institut Pertanian Bogor, hitungannya adalah sedikitnya 1/3 makanan yang kita konsumsi adalah berupa sayuran dan buah-buahan.

Konsumsi serat makanan bisa berwujud macam-macam, namun yang perlu diketahui bahwa sayuran yang direbus atau dikukus, kandungan seratnya meningkat. Jika sayuran mentah kira-kira memiliki kandungan serat 5,97%, setelah direbus kandungan seratnya meningkat menjadi 6,4%, dan jika dikukus menjadi 6,27%. Beda dengan buah-buahan, yang memiliki kandungan serat lebih tinggi jika dikonsumsi mentah daripada buah yang dikonsumsi dalam bentuk jus buah.

Bagaimana jika mengkonsumsi suplemen serat? Biasanya suplemen serat ini banyak dikonsumsi oleh orang-orang yang super sibuk. Namun lebih disarankan untuk lebih baik mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan alami. Suplemen serat  biasanya ada tambahan-tambahan bahan yang dapat merugikan tubuh kita, seperti gula pemanis yang dapat meningkatkan jumlah kalori, bahan pengawet, dll. Jadi konsumsi suplemen serat disarankan tidak terlalu sering, hanya pada saat kondisi benar-benar tidak sempat makan sayuran dan buah-buahan alami saja.

Ada satu lagi manfaat sayuran, buah-buahan dan biji-bijian berkenaan dengan kesehatan jantung, yaitu kandungan fitosterol. Fitosterol ini sejenis lemak yang terkandung dalam sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Jika diperhatikan lebih detil, susunan kimia fitosterol mirip dengan kolesterol. Karena susunan kimia yang hampir sama ini menjadikan fitosterol dapat menggantikan kedudukan kolesterol pada saat bergandengan dengan asam empedu, trigliserida, dan protein. Ikatan kolesterol, asam empedu dan protein ini bertujuan menyerap semua lemak yang ada. Tapi karena kedudukan kolesterol telah digantikan fitosterol, sehingga kolesterol hanya tersisa di dalam usus dan tidak terserap oleh tubuh kita. Kondisi ini yang mencegah adanya arteriosklerosis.

Sumber fitosterol bisa kita peroleh dari sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Hanya jumlahnya berbeda-beda dan biasanya minor, tidak banyak. Sayuran, buah-buahan dan biji-bijian yang paling banyak mengandung fitosterol diantaranya adalah alpukat, kedelai, gandum, jagung, taoge, wortel, kobis, brokoli dan kwaci bunga matahari.

Dari tulisan diatas mengandung pengertian bahwa dengan mengkonsumsi sayuran, buah-buahan dan biji-bijian paling sedikit sepertiga dari porsi makanan kita tiap-tiap hari akan mengurangi kadar kolesterol dalam darah, mencegah adanya penyakit kanker usus besar dan melancarkan BAB.

Tunggu apa lagi? Segera kita susun kembali menu makanan untuk besok dengan sepertiganya adalah sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Semoga kita selalu sehat walafiat, aamiin.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>