EGG ROLL, si GURIH MANIS PELENGKAP MOMEN SPESIAL

DSC_0724collage-1436598754222Siapa yang tak kenal dengan kue egg roll? Sajian istimewa dengan rasa manis dan tekstur yang begitu garing dan renyah ini memang selalu menggoda. Umumnya, kue egg roll akan banyak kita jumpai pada beberapa momen tertentu seperti halnya lebaran, natal, perayaan tahun baru atau juga perayaan imlek. Menikmati lezatnya kue egg roll akan terasa lebih nikmat jika dinikmati bersama dengan secangkir teh hangat atau segelas kopi sambil menonton televisi atau membaca buku. Sajian kue egg roll memang termasuk ke dalam sajian yang cukup istimewa, untuk itulah tidak heran jika kue ini dihargai dengan harga yang cukup tinggi.  Biasanya kue egg roll dijual per kilo, namun Budhe Sri juga menyediakan  per 250 gram dengan harga yang cukup terjangkau.

Renyah dan lembutnya kue egg roll memang begitu menggoda, apalagi jika sudah masuk dimulut sensasi kelembutan kue dan cita rasanya, langsung krenyes, tanpa harus repot-repot mengunyah, sehingga kue egg roll ini bisa dimakan oleh kaum tua dan muda.

Membeli kue egg roll di toko kue untuk disajikan sebagai jamuan untuk para tamu tentu akan dapat menghabiskan banyak biaya. Untuk itu, Budhe Sri membantumembuatkannya untuk anda .  Namun jika Anda ingin membuatnya sendiri dirumah, Budhe Sri akan berbagi resepnya. Cara membuat kue egg roll, kita simak berikut ini.

Bahan-Bahan yang Diperlukan Untuk Membuat Kue Egg Roll

  • 200 gr terigu
  • 7 butir telur
  • 300 margarin
  • 200 gr gula pasir
  • 1 sdm ovalet
  • 1/2 ons tepung kanji
  • 3 sdm susu bubuk full cream
  • 1 bungkus vanili

Cara Membuat Kue Egg Roll

1. Langkah yang pertama, kocok 2 buah kuning telur, ovalet dan gula pasir dengan menggunakan mixer selama kurang lebih 20 menit.
2. Selanjutnya setelah bahan teraduk rata menggunakan mixer, campurkan bahan seperti terigu, susu bubuk dan vanili kemudian aduk-aduk hingga merata.
3. Lelehkan margarin, kemudian campurkan lelehan margarin dengan campuran terigu ke adonan yang dimixer secara bergantian sambil terus dikocok menggunakan mixer dengan kecepatan sedang hingga tercampur rata.
4. Apabila telah tercampur rata, ambil 2 sendok adonan tuangkan dalam cetakan yang telah panas dan diberikan olesan minyak goreng kemudian gulung selagi hangat degan menggunakan alat bantu lidi. Dan sajikan.

 

DANAU RAWAPENING, Si CANTIK YANG KURANG TER-EKSPOSE

Danau Rawapening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.  Sehingga jika kita sedang berada di tengah-tengah danaunya, kita bisa melihat pemandangan indah pegunungan yang mengeliling danau. Danau ini mengalami pendangkalan yang pesat. Menjadi tempat mencari ikan, meskipun kini hampir seluruh permukaan rawa ini tertutup enceng gondok. Gulma ini juga sudah menutupi Sungai Tuntang, terutama di bagian hulu. Usaha mengatasi spesies invasif ini dilakukan dengan melakukan pembersihan serta pelatihan pemanfaatan enceng gondok dalam kerajinan, namun tekanan populasi tumbuhan ini sangat tinggi. Nama Rawapening berasal dari kata “pen”  kosa kata bahasa Jawa yang artinya “sungguh-sungguh” dan “ning” kosa kata bahasa Jawa yang artinya “tenang/sunyi”.  Danau Rawapening adalah danau sekaligus tempat wisata air di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan luas 2.670 hektare ia menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen,Tuntang, dan Banyubiru.

Menurut legenda, Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh seseorang yang bernama Baru Klinthing.  Cerita Baru Klinthing yang berubah menjadi anak kecil yang penuh luka dan berbau amis sehingga tidak diterima masyarakat dan akhirnya ditolong janda tua ini sudah berlalu.

Danau ini digemari sebagai obyek wisata pemancingan dan sarana olahraga air. Namun jika enceng gondok sedang memenuhi permukaan danau, perahu nelayan bergerak pun sulit.

Pemancing di Rawa Pening.

DSC_2286 DSC_2278

IKAN CETUL/TETUL GORENG, LAUK GURIH OLEH-OLEH KHAS DANAU RAWAPENING, AMBARAWA

Ikan Cetul atau sering juga disebut Ikan Tetul adalah ikan yang tergolong ikan air tawar. Ikan ini memiliki keunikan, sejak menetas hingga dewasa ukurannya hampir sama, ukurannya mini/kecil. Karena ukurannya yang mini tersebut, sehingga banyak digunakan sebagai DSC_0720umpan untuk memancing ikan yang lebih besar. Namun meskipun ukurannya mini, ikan ini sangat gurih jika digoreng dan dijadikan lauk, dimakan bersama nasi putih hangat sangatlah sedap!!! Jangan lupa, nikmat lagi jika ditambah sambal terasi :). Baru-baru ini banyak jamaah haji/umroh yang suka membawa lauk ikan cetul goreng, karena sangat praktis untuk dibawa kemana-mana dalam jangka waktu yang panjang.  Recomended buat para traveller/pelancong yang tidak ingin membawa banyak barang, agar tidak kelaparan di jalan, bisa membawa lauk ikan cetul goreng ini. Masa expired-nya sampai 5 bulan. Harganya pun terjangkau oleh kantong, per 300 gram hanya Rp 35 ribu. for-wp-1DSC_0718

TEH HIJAU GALAN 999 BANTU SEMBUHKAN DIABETES & TURUNKAN KHOLESTEROL

teh-galanTeh Hijau Galan terbuat dari pucuk daun teh pilihan berkualitas tinggi yang diolah dengan teknologi modern. Diproduksi oleh Perusahaan Teh 999 yang terpercaya sejak tahun 1898. Teh Hijau Galan berkhasiat bagi kesehatan, terutama mencegah kanker, diabetes, kolesterol, darah tinggi, dan lain-lain. Teh Hijau Galan baik dinikmati oleh semua orang.

Komposisi: pucuk daun teh melati       Berat Bersih: 100 gram    Harga: Rp 35.000,- (tidak termasuk ongkos kirim) dan mulai Januari 2016 harga berubah menjadi Rp 40.000,-

Cara Menyeduh:
Campurkan butiran daun teh sebanyak 1 (satu) sendok teh untuk diseduhdengan 1 (satu) cangkir (mug) air panas/mendidih. Setelah 3-5 menit Teh Hijau Galan siapa untuk dinikmati. Teh Hijau Galan baik juga diseduh sesuai selera.

Teh Hijau Galan disarankan diminum setelah makan (jangan saat perut kosong), bisa diminum lebih dari 1 kali dalam sehari dengan menyeduh teh yang baru.

Untuk hasil yang lebih maksimal (terutama untuk meluruhkan lemak di badan) perbanyak minum air putih setelah minum Teh Hijau Galan.

Efek dari minum Teh Hijau Galan adalah akan sering buang air kecil

Produk ini dapat dibeli dengan cara hubungi: Budhe Sri di no HP  & WA 0811370522, email: budhesri@warungbudhesri.com

CANDI BOROBUDUR PENINGGALAN NABI SULAIMAN AS?

bb

KH. Fahmi Basya melalui penelitian yang ia lakukan selama kurang lebih 30 tahun yang didukung oleh ekspedisi pencarian bukti-bukti lapangan sebanyak 21 kali, dengan sangat yakin mendeklarasikan bahwa candi Borobudur itu adalah peninggalan Nabi Sulaiman AS.

Sudah lama ditengarai adanya kebudayaan adi luhung di Nusantara ini, bahkan sebelum lahirnya Kerajaan Kutai dan Mataram Kuno.

Namun informasi-informasi itu seakan hilang ditelan bumi dan hanya beredar dan diyakini oleh kalangan ‘underground’ pada masyarakat pemerhati sejarah keagungan Nusantara ini, karena bukti-bukti yang lebih bersifat spiritual ketimbang material.

Jika selama ini banyak ilmuwan-ilmuwan mengatakan bahwa negeri Saba’ yang diceritakan dalam Al Qur’an itu berada di daerah yang sekarang adalah Yaman, maka menurut KH Fahmi Basya, negeri Saba’ itu sebenarnya berada di Indonesia. Benarkah?

Dalam flying book itu KH Fahmi Basya mengungkapkan dengan bukti-bukti ilmiah bahwa candi Borobudur bukanlah hasil kebudayaan Hindu atau Budha, sebagaimana kita ketahui selama ini. Candi Borobudur sudah ada sejak lama, jauh sebelum Hindu ada di Nusantara ini. Berdasarkan penelitiannya, candi Borobudur itu bahkan telah dibangun oleh nabi Sulaiman  AS dengan bantuan para jin pada jaman ketika Nusantara belum berbentuk seperti sekarang, yaitu masih berupa daratan yang luas. Banyak data dan analisis yang dipaparkan dalam flying book itu sebagai bukti terhadap argumen ini.

Untuk mengetahui salah satu bukti argumen itu, sebelumnya ada baiknya kita mengetahui simbol lafadz bismillah. Simbol itu bisa dibuat dengan melukis sebuah 7 buah lingkaran sama besar yang salah satu lingkaran berada di tengah dan dikelilingi oleh 6 lingkaran lainnya. Masing-masing lingkaran mewakili satu huruf pada lafadz bismillah yaitu ba, sin, mim, alif, lam, lam, dan ha’ . Jika keenam lingkaran di luar masing-masing titik pusatnya secara berurutan dihubungkan dengan garis kemudian lingkaran-lingkaran yang diluar itu dihapus, jadilah bentuk itu sebagai segi enam dengan lingkaran di tengahnya. Itulah simbol lafadz bismillah.

Sekarang mari kita amati salah satu kontur yang banyak terukir di batu-batu candi Borobudur. inilah kontur itu. ternyata bentuk itu banyak sekali kita temukan pada batu-batu di candi Borobudur. Segi enam dengan lingkaran ditengahnya. Apakah arti bentuk itu? Ternyata simbol segi enam dengan lingkaran di bawahnya adalah simbol lafadz bismillah. Demikianlah salah satu bukti analisa yang disampaikan oleh KH Fahmi Basya dalam flying booknya.

Selain itu, dalam flying book tersebut juga diungkapkan secara ilmiah bahwa candi Borobudur dahulunya bukan di tempat seperti yang sekarang, melainkan sempat mengalami pemindahan dengan kecepatan pemindahan melebihi kecepatan cahaya (60.000 kali). Hal ini mengakibatkan kontur candi Borobudur mengalami peluruhan. Pemindahan candi ini sesuai cerita dalam Alqur’an : “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AIkitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS.An Naml:40)

Selama ini yang sering diungkapkan adalah bahwa pemindahan itu dari Yaman ke Palestina, namun sesungguhnya bukti nyatanya belum pernah ditemukan sampai sekarang.

Lalu menurut penelitian KH Fahmi Basya, dimana letak candi Borobudur sebelum dipindahkan? Jawabannya adalah di kawasan candi Boko yang terletak di kabupaten Sleman. Di kawasan itu nampak bekas-bekas adanya candi besar. Namun, candi besar itu hilang, entah bagaimana hilangnya, yang jelas bukan karena hancur atau runtuh. Bahkan di kawasan candi Boko ditemukan serpihan-serpihan sisa candi yang konturnya mirip dengan kontur candi Borobudur. Hanya saja, kontur yang ada di kawasan candi boko ini tampak lebih jelas dan utuh dibandingkan dengan kontur yang ada di candi Borobudur. Hal ini disebabkan peluruhan yang terjadi akibat pemindahan dengan kecepatan 60.000 kali kecepatan cahaya tadi. (Lihat gambar)

Lebih jauh lagi KH Fahmi Basya membahas sisi lain dari candi Borobudur, yaitu bahwa desain candi Borobudur sangat kompleks dan memiliki makna yang dalam. Misalnya relief yang ada di dinding-dindingnnya, ukuran volume candi yang membentuk balok Al qur’an ( 23x23x12 = 6348 = jumlah ayat dalam alqur’an berserta basmalah), bahkan bukti foto google art yang menunjukkan bahwa puncak candi membentuk sebuah garis lurus yang menghubungkannya dengan rukun syaam dan hajar aswad ka’bah. Dan banyak lagi fakta-fakta yang dikemukakan dalam flying book itu.

Nama Saba’ sendiri, didapat dari Alqur’an, dimana secara singkat Alqur’an (surat An Naml dan surat Saba’) menceritakan bahwa negeri Saba’ dahulu merupakan sebuah negeri yang amat makmur, subur tanahnya dan maju bangsanya. Dalam negeri itu pernah hidup nabi-nabi terdahulu seperti nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, dan juga seorang ratu perempuan yang amat melegenda yaitu ratu Bilqis. Namun, negeri itu dimusnahkan oleh Allah SWT dengan sebuah banjir yang amat besar karena kemusyrikan bangsa di negeri itu, yaitu kereka melekukan ibadah menyembah matahari.

Sementara itu, dalam sebuah legenda yang sangat terkenal di dunia, konon pernah ada sebuah negeri yang karakteristiknya hampir mirip dengan yang diceritakan alqur’an itu. Negeri itu bernama negeri Atlantis. Negeri itu berada di sebuah daratan yang luas dan subur, dan dihuni oleh bangsa maju dan makmur, unggul dalam hal irigasi pertanian. Daratan luas itulah yang disebut sebagai benua Atlantis yang mana benua itu musnah pada jaman es. Seiring tenggelamnya daratan Atlantis, maka musnahlah negeri Atlantis yang begitu makmur itu. Berdasarkan kemiripan kisah dalam Al Qur’an dan legenda yang berkembang di hampir sekuruh penjuru dunia itu, bisa jadi, negeri Saba’ yang dimaksudkan dalam Al Quran itu tak lain adalah negeri Atlantis yang dulu mendiami daratan Atlantis yang kini sudah musnah akibat banjir besar di jaman es. Benar atau tidaknya memang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Selama ini hampir kebanyakan ilmuwan mengatakan bahwa negeri Saba’ yang disebutkan dalam Al Qur’an itu terletak di daerah Yaman, Bahkan dalam banyak tafsir Al Qur’an pun mengatakan demikian. Namun, melalui ekspedisi dan penelitiannya, yang hasilnya dibuat dalam bentuk flying book, KH Fahmi Basya menyimpulkan bahwa bukanlah daerah Yaman letak sebenarnya negeri Saba’ itu, melainkan ia berada di sebuah wilayah dengan pusatnya di pulau Jawa, dimana dahulu wilayah itu mencakup wilayah Indonesia dan masih merupakan sebuah daratan yang luas atau berupa sebuah benua. Berikut Budhe Sri tuliskan 14 bukti yang dikemukakan oleh KH Fahmi Basya yang mengungkapkan bahwa negeri Saba’ dalam Al Qur’an itu bukan terletak di Yaman melainkan di Indonesia.

PERTAMA. Nama Saba’ itu sendiri. “..dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.” (QS. 27:22). Di Indonesia ada nama dan tempat bernama Saba’ (tempat pertemuan) dan ada tempatnya. sementara di Yaman tidak ada. Yang ada hanya sabuun(prasasti), tapi tidak ada nama tempat bernama saba’

KEDUA. Hutan Saba’. “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah hutan (kebun) di sebelah kanan dan di sebelah kiri” (QS.34:14). Disebutkan terdapat hutan sebagai tanda kekuasaan (ayat). Allah menyebut sesuatu sebagai ayat maka berarti sesuatu tersebut tidak akan hilang dan tetap dapat diamati oleh manusia. Sebagaimana dalam QS 54.15 Allah menyebut kapal nabi Nuh sebagai ayat dan itu kita temukan. Maka sesuai sebutan “ayat” itu seharusnya hutan itu juga bisa ditemukan atau pastilah hutan Saba’ itu masih ditemukan. Kita bisa buka dalam kamus bahasa Jawa Kawi, HUTAN dalam bahasa jawa adalah WANA, dan SABA’ berarti PERTEMUAN. Jadi hutan Saba’ itu ada di pulau Jawa yaitu WANASABA=WONOSOBO Ada juga nama Sleman yang berasal dari kata Sulaiman. Sementara di Yaman tidak diketemukan nama-nama semacam itu.

KETIGA. Tempat bersujud (menyembah) kepada matahari. “Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah (bersujud kepada) matahari…”(QS. 27:24). Di Yaman tidak dijumpai tempat semacam itu, sementara di Indonesia tempat semacam itu ada yaitu di kawasan bukit candi Boko. Disana ada tempat yang digunakan untuk menyembah matahari yang berupa bangunan di atas bukit menghadap ke timur, ke arah matahari terbit.

KEEMPAT. Bangunan di lembah Semut. “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku …”(QS. 27:40). Di Yaman tidak ada bangunan semacam ini, tapi di Indonesia ada, yaitu candi Borobudur. Candi Borobudur terletak di sebuah lembah, dan itulah lembah Semut, lembah terindah di dunia.

KELIMA. Fakta pemindahan. Ada bekas stupa di candi Boko (36 km dari candi Borobudur), dimana tekstur bekas stupa itu sangat mirip dengan yang ada di candi Borobudur. di Yaman tidak ada.

KEENAM. Sidrin qolil. “…sesuatu yang disebut sidrin Qolil”(qs. 34:16) yang artinya bukti yang sedikit/kecil. Di indonesia sidrin qolil ini masih ada sampai sekarang, yaitu terdapat di candi Boko, masih terdapat bukti-bukti sisa, sementara di Yaman tidak ada.

KETUJUH. Buah yang rasanya pahit, dan menjadi buah mulut (cerita rakyat). “…dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit…”(QS. 34:16). Di Indonesia ada buah yang rasanya pahit yaitu buah MAJAPAHIT, di Yaman tidak ada.

KEDELAPAN. Sisa banjir. “… Maka kami datangkan kepada mereka banjir yang besar…”(QS.34:16). Di Yaman disebutkan banjir ini disebabkan runtuhnya bendungan Ma’rib (sebesar bendungan Situ Gintung) tapi banjir yang semacam ini terlalu kecil untuk memusnahkan sebuah negeri. Tapi di Indonesia banjir itu ada yaitu banjir sangat besar yang menenggelamkan dataran/dangkalan Sunda, mengakibatkan Indonesia terbagi menjadi banyak pulau. Fakta sejarah mengungkapkan bahwa dulu Nusantara merupakan satu wilayah daratan yang luas sebelum menjadi wilayah kepulauan.

KESEMBILAN. Bukti bahwa negeri Saba’ telah dihancurkan sehancur-hancurnya. “Maka kami jadikan mereka buah mulut dan kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.” (QS.34:19). Di Indonesia fakta jelas mengatakan bahwa wilayah Nusantara yang dulunya satu daratan, setelah banjir besar di jaman es terbagi menjadi 17.000 pulau. Dari 1 menjadi 17.000. dalam sejarah dunia belum pernah ada daratan yang karena suatu kejadian kemudian menyebabkannya terbagi menjadi 17.000 bagian. Inilah maksud dari dihancurkan sehancur-hancurnya. Semantara di Yaman tidak ada fakta semacam itu.

SEPULUH. “…Kami bataskan padanya perjalanan…”(QS.34:18). Setelah banjir besar, maka perjalanan darat menjadi terbatas karena pulau-pulau dibatasi lautan. Sementara di Yaman tidak ditemukakan fakta ini.

SEBELAS. Jarak terbang ideal. “Maka tidak lama kemudian (datanglah burung hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.”(QS.27:22). “Pergilah dengan (membawa) suratku ini”(QS.27:28) jarak pemindahan istana adalah sejauh jarak terbang burung (36 km). di Indonesia jarak ideal ini ada yaitu jarak candi Borobudur-candi Boko. Sementara kalo di Yaman, jarak antara Yaman-Palestina terlalu jauh.

KEDUABELAS. “Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS.34:21). Jadi pastilah Allah memelihara negeri Saba’ yang menjadi ayat (tanda kekuasaan) Nya itu. Di Yaman sudah tidak ada, sementara di Indonesia masih ada.

KETIGABELAS. Surat dari Nabi Sulaiman untuk ratu Balqis. “Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “bismillahirrahmaanirrahiim” (QS. 27:29-30). Di Indonesia ada bukti yang ditemukan di istana ratu Boko berupa lempengan/plat emas bertuliskan bismillahirrahmaanirrahiim. Di Yaman tidak ada.

KEEMPATBELAS. Gedung yang tinggi. “Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku).”(QS.34:13). Di Indonesia jelas ada yaitu candi Borobudur, sedangkan di Yaman tidak ada.

Bagaimana tanggapan para pembaca setelah membaca artikel ini? Tidak percaya?? Mengapa piramida berbentuk segitiga? Rahasia di balik stupa di Borobudur? Di mana letak kerajaan Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis? Di mana letak kerajaan Nabi Ibrahim? Rahasia di balik sa’i? Hubungan Hajar Aswad dengan Candi Borobudur? Rahasia Saba’ dalam Al Qur’an? Bukti kebenaran kerajaan Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis di Indonesia? Inilah Pe Er kita sebagai manusia, makhluk ciptaan Tuhan yang diberikan keistimewaan yaitu memiliki akal untuk bisa berpikir dan mencari bukti-bukti kekuasaan Sang Pencipta.